Apa itu cinta? Cinta akan tumbuh apabila ada kasih sayang. Tapi apakah cinta itu membuat derita?

*********************************************

Aku melihat dia! Gaun pengantin yang indah dan cocok untuknya, sebentar lagi dia akan menjadi anggota keluarga kami. Lee, tepatnya EOMMA baru kami.

Matahari telah bangun dari tidurnya, burung-burung berkicauan, pagi telah datang.

“Eonnie! Bangun, sudah pagi nih”
Aku menyipitkan mataku dan kutatap gadis yang ada disebelahku, rambut panjang dikepang 2, hmm… manis sekali.

“ayo! Eonnie bangun, hari ini kita akan kedatangan tamu special” sahut gadis itu yang tak lain adalah adikku, Eunmin
“Hoam!!.. Kamu tidak sekolah?” tanyaku seraya menguap.
“ih… Eonnie gimana, ini kan hari Minggu” Jawab Eunmin seraya membuka jendela kamarku.
“hah? Benarkah? Duh, eonnie kok bisa lupa ya!” kataku terkekeh.

Eunmin tersenyum. “Eon, cepat mandi dan segeralah turun ke bawah, tampaknya tamu special telah datang” kata Eunmin dan pergi meninggalkanku.
Aku segera merapikan tempat tidur, Foto Eomma terpajang dimeja belajarku. Ya! Beliau meninggal setahun yang lalu akibat penyakit jantung yang dideritanya dan penyakit itu ada dalam tubuhku sekarang. Aku tak tahu berapa lama akan hidup, Berapa lama akan menjaga dan menyayangi adikku. AH, kenapa aku memikirkan ini!!. Cepat-cepat kubersihkan kamarku yang berantakan dan kusambar handuk segeralah aku mandi.
Tidak sampai setengah jam ku selesai mandi dan sedikit berdandan. Menyambut tamu special harus tampil sebaik mungkin, begitu pesan ayahku.

Turunlah aku kebawah menuju ruang tamu, tampaklah Eunmin yang berdiri mengintip kearah ruang tamu.
“hm.. tampaknya mereka sudah datang” kataku tiba-tiba
“ah, e..eonni mengagetkan saja” jawab Eunmin gugup.
Ku melihat tampak nyonya Rika atau tepatnya Eomma baru kami datang bersama 2 orang putranya.
Ayah tampak senang dan asyik berbincang-bincang sehinnga tidak menyadari keberadaan kami.
Salah satu dari anak Eomma Rika melihat kami yang sedang mengintip.
Tak kusadari mata kami bertatapan.
Dia tersenyum kearah kami, dan entahlah senyum itu membuat Eunmin takut.
“eonnie” kata Eunmin sembunyi dibalik tubuhku.
Ku tersenyum seramah mungkin, dia tampak membuang muka.
“Cih… dasar sombong!!” batinku.
“AKINA, EUNMIN ayo kesini!!!” kata appa memanggil kami.
“Ne” jawab kami serempak
Kami datang dan duduk disamping appa.
“nah, mereka ini akan menjadi oppa-oppa kalian bersikap yang baiklah pada mereka” kata ayah lanjut.
“anyeong!!!” salam kami serempak.
“anyeong!!” balas mereka serempak.

TBC.