PROMISE part 2

Leave a comment

Sebuah mobil sedan berwarna hitam melaju kencang, tak mengindahkan adanya lampu merah.

Brukk!!
Terjadi tabrakanyang sangat keras. Siwon tertabrak seketika dengan tubuh bersimbah darah. Dan penabrak melarikan diri/tabrak lari.

Tess!!
Air mata mengalir di pipi Ririn, “kenapa aku menangis, ada apa ini?” batin Ririn.
Kringgg!!! Telepon rumah milik keluarga Park berdering.

“yeobbseo” sapa Ririn ditelpon.
“Ri.ri. Ririn eonni…” terdengar suara tangisan ditelpon.
“sa.sangmi? ada apa?” tanya Ririn gelisah.
“o.o.op.oppa hiks.oppa hiks”
“SIWON OPPA KENAPA??????” Ririn merasa ada hal yang aneh.
“siwon oppa kecelakaan!!!! Ririn eonniii!!!”
“si.siwon oppa kecelakaan???” Ririn tak percaya apa yang diktakan adik siwon, sangmi.

“OPPA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

-Ride Hospital-

Ririn terus berlari tak peduli orang melihatnya, tujuannya hanya 1.
‘Menemui Siwon.’

Langkah Ririn terhenti, melihat keluarga Siwon berada disana.
“Eonnii!!!!” Sangmi berteriak dan memeluk Ririn.
“gimana keadaan siwon??” tanya Ririn.
“oppa belum sadar”

Sangmi melepaskan pelukannya membiarkan Ririn berjalan menemui ahjumma yang merupakan ibu Siwon. “ahjumma!!!!..” tangis Ririn makin meledak, melihat Ibu Siwon terkulai lemas.

Selang beberapa jam dokter keluar, dari ruang UGD.
Seluruh keluarga Siwon bertanya-tanya, bagaimana keadaan siwon.
“apa kah yang disini ada yang bernama Park Ririn?” tanya dokter.
“saya dok.” Jawab Ririn.
“pasien siwon terus memanggil nama anda, temuilah dia”

Ririn memasuki ruang tsb. “oppa” hati yang mana tak sakit melihat orang yang dicintai tergolek lemah memperjuangkan hidupnya. Butiran air mata mengalir tenang dikedua pipi Ririn.
Ririn mendekati Siwon yang kini seluruh tubuhnya dipenuhi selang. “oppa.. bertahanlah” gumam Ririn menahan isak tangisnya.
“ririn.ririn.ririn” Siwon terus memanggil Nama Ririn.
“oppa, aku disini” Ririn makin memperkuat genggaman tangannya.

-keesokan harinya-

Keadaan Siwon belum membaik hanya saja dia dipindahkan di ruang inap biasa.
Ririn datang sambil membawa buah-buahan kesukaan Siwon. Jeruk

-Ruang 10-
Krekk!! Suara pintu dibuka.

“sangmi, gmana keadaan oppa?” tanya Ririn melihat sangmi duduk melamun menatap dunia luar dari balik jendela.

Sangmi terkaget dan menggelengkan kepalanya. Ririn tampak mengerti apa yang dimaksud Sangmi.

“keluarlah dengan jungsoo oppa, seharian ini kau disini. Kau tak ingin bersamanya??” tanya Ririn sambil tersenyum.

Sangmi terdiam, dilihat oppa nya masih belum sadar.
“ani, aku disini saja”

“keluarlah, biar aku saja yang menggantikanmu. Jungsoo oppa menunggumu di luar” kata Ririn.

“mwo??” Sangmi tercengang dan segera keluar dari kamar “unnie!! Jaga siwon oppa ya!!! Kalau ada sesuatu beritahu akuuuuu…” teriak Sangmi dari luar.

-1 bulan kemudian-

Kesehatan Siwon mulai membaik, dan jarang pula Ririn menjenguknya karena dia harus mengurus surat kepindahan sekolah.

Hingga suatu ketika, Ririn datang untuk menjenguk Siwon karena sudah seminggu dia tak menjenguknya.

Tetapi……….

Tbc.

Saranghaeyo Unnie part 2

Leave a comment

“k.kau??”

“ne, ada apa ya?” tanya gadis itu, tampak bingung karena leeteuk menatapnya.
“kau gadis yang ku tabrak kemarin kan?” leeteuk seakan tak percaya, dengan apa yang dilihatnya. Gadis didepannya.

“gadis?, aku? ”Ehm mungkin yang kau maksud itu saudariku” gadis itu tampak mengerti apa yang dimaksud leeteuk.

Para member super junior kecuali leeteuk hanya bengong tanda tak mengerti.
“hwangmi, kau tak suruh mereka masuk?” terdengar suara dari dalam.
“ah ne, mian.. silakan masuk” gadis yang dipanggil hwangmi mempersilahkan member suju masuk.

“ini” ryeowook menyodorkon sup buatannya bareng hankyung.
“gomawo” hwangmi tersenyum dan pergi kedapur.
“unnie!!! ada tamu, cepat keruang tamu” teriak hwangmi.

Tap.tap.tap..

Suara langkah kaki, yang kini memasuki ruang tamu.
Leeteuk hanya diam dari tadi. Tak mengerti apa yang di maksud gadis itu ‘Ehm mungkin yang kau maksud itu saudariku’ kata-kata itu terus terngiang di otak leeteuk.

“annyeong haseyo” sapa seorang gadis.
Gadis itu memakai memakai sweater hijau muda dengan rok selutut berwarna putih perpaduan yang manis. Dan rambut di urai berbeda dengan gadis yang tadi.

“annyeong haseyo!! Uri super junior!!” koor semua member.

Gadis itu tersenyum, “hwangmi!! Cepat bawakan minuman!!”.
“ne!” teriak hwangmi dari dalam.
Leeteuk tampak bingung apa yang terjadi ini…. O.o”

Hwangmi datang dan membawakan minuman.
“loeh? Kalian kembar?” tanya sungmin.

“ne, sangmi-imnida, dan ini adik saya, hwangmi” kata sangmi diikuti dengan anggukan hwangmi.
“nah, oppa akhirnya kau tau kan” hwangmi tersenyum kepada leeteuk yang sedari tadi diam. “ mungkin, dia yang oppa tabrak kemarin, bukan saya” lanjut hwangmi.
“loeh, kau yang kemarin kan?” tanya sangmi.
Leeteuk hanya mengangguk tak tau apa yang ingin dikatakan seolah-olah bibirnya terkunci rapat.

Donghae yang tepat disebelah Leeteuk pun menyenggol lengan Leeteuk. “hyung kok diam? Hyung sakit?” tanya donghae pelan.
Leeteuk menggeleng kepalanya.
“aniyo”

Tbc.

Saranghaeyo Unnie!!!!

Leave a comment

“huft.. lelah sekali hari ini”
Leeteuk terus berjalan agar sampai secepatnya di dorm. Tanpa dia sadari, Seseorang Menuju kearahnya, tampak terburu-buru.
BRUKK!!!

“ah.. mi.mianhe, aku tidak sengaja” Kata Gadis itu sambil merapikan kertas dan buku yang terjatuh akibat menabrak Leeteuk.
“aniyo! Aku yang seharusnya minta maaf,” Balas Leeteuk sambil membantu kertas yang berserakan.

“Gamsahamnida” kata gadis itu dengan setengah membungkuk dan berlalu pergi.
Leeteuk tertegun sesaat, melihat punggung gadis yang semakil lama menjauh hingga tak kelihatan.
“Cantik Sekali” batin leeteuk.

Dorm Suju, 11.05 a.m

“Hyung! Kau sudah pulang” Terdengar suara Ryeowook dari dapur.
“ah.. Wookie-ah bisa buatkan aku teh, aku lelah” Leeteuk duduk sambil menyalakan tv.
“ne,” balas Ryeowook.

“Hyung! Hyung! Ada kabar baru!!” Seru Eunhyuk tiba-tiba muncul dari kamar.
“kabar baru apa” Tanya leeteuk, tanpa menoleh dari acara tv yang ditontonnya.

“kata heechul hyung, disebelah dorm kita ada apartemen kan, dan baru ditempati hari ini hyung” jelas Eunhyuk dengan semangat.

“jinja??! ” tanya leeteuk tetap focus ke layar tv.
“Ne hyung, tadi aku sama hankyung hyung lihat. Yang tinggal 2 orang gadis loh hyung, cantik-cantik..” Tiba-tiba Donghae muncul dengan mata yang berbinar-binar.

“Jinja Hae? Kau beruntung sekali. Seharian ini aku belum melihat mereka” Kata Eunhyuk dengan raut muka yang tak bisa di expresikan.
“itukan DL! Ha..ha..ha” tawa Donghae sambil pergi.

“Yak!! Jahatnya kau Hae!!!!” Eunhyuk Cemberut dan pergi menyusul donghae.

Leeteuk hanya menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan dongsaengnya
“dasar bocah” gumam leeteuk
“kenapa hyung?” Ryeowook heran melihat Leeteuk.
“aniyo! Gomawo wookie-ah” kata Leeteuk sambil minun teh buatan ryeowook.
Ryeowook mengangguk dan pergi.

In the morning at 7.00 a.m

“Hyung! Bangun! Sarapan sudah siap” Hankyung terus membangunkan Leeteuk.
“Sebentar, aku masih ngantuk”
“ hyung! ayo bangun! Keburuan makanannya dingin” Desak hankyung.
“ne.ne..” leeteuk pun bangun.

*Ruang Makan.*

“hyung! Ada tetangga baru , cantik-cantik loeh hyung!” Kata Kang In memulai pembicaraan.
“terus?” kata Leeteuk sambil asyik makan.
“hari ini kita tak ada jadwal, gmana klo kesana hyung. Anggaplah menyambut kedatangan tetangga baru” jelas Kang in.

Leeteuk terdiam, semua mata tertuju kepadanya.

“ne, setelah kita selesai sarapan dan membersihkan dorm” Leeteuk menyetujui ajakan Kang In.
“Asyiiikkk!!!” koor semua member.

Setelah selesai makan dan membersihkan dorm mereka. Pergilah mereka ke apartemen sebelah untuk menjenguk tetangga baru.

“ting.tong.ting.tong” bel terus berbunyi.
“ne, siapa?” pintu terbuka dan muncullah seorang gadis. Gadis Manis dengan rambut dikuncir kuda.

“k.kau??”

tbc.

PROMISE part 1

Leave a comment

Suasana di perpustakaan Chungdam High School tampak ramai.
Dipojok ruangan arah kanan, tampak sepasang kekasih asyik membaca.
“Jagiya, kau yakin akan keputusan orangtua mu?” Siwon menatap lekat-lekat gadis yg didepannya.

“Ne, mianhe siwon-ah, ak.aku tidak bisa berbuat apa-apa” Ririn, tampak tak bersemangat hari ini.
2 bulan lagi, Ririn pergi ke Jepang ikut orangtuanya lantaran pekerjaan appanya.

“gwenchana, walaupun kita berpisah. Kita masih bisa berkomunikasi satu sama lain” Siwon tersenyum sambil menenangkan Ririn.
“ingat! hatiku selalu ada untukmu, begitu juga hatimu”.

Senyum terukir dibibir mungil Ririn “gomawo jagiya”.

Hubungan mereka bermulai adanya kecelakaan kecil. Musim semilah, yang mempertemukan mereka.

*Flashback*

“gawat!!!! Upacara penerimaan siswa baru sudah dimulai” Ririn terus berlari. Inilah hari pertamanya memulai kehidupan baru di SMA.

“aish,, ke.kenapa ditutup???” Gerbang Chungdam High School ditutup. Pertanda Upacara penerimaan siswa baru telah dimulai.

Ririn terus gelisah, jika panjat gerbang tersebut tak mungkin, Ririn memakai Rok. Bisa-bisa……
Ririn melihat arah sekitarnya.
Sepi…

“HEIII!!!!!!”
Gadis ini terdiam mencari suara yang seperti memanggilnya.

“HEIII!!!!” suara itu muncul lagi. Ririn merinding ketakutan.
“jangan-jangan sekolah ini ada penghuninya.” Batin Ririn.

“HEIII!!! AKU DISINI” suara itu muncul lagi, lebih keras kali ini.

Ririn mendongakkan kepala, melihat arah suara yg memanggilnya.
Tampak seorang pria berada diatas POHON????

Pria itu tersenyum “ayo, aku Bantu kau”.
Pria itu melompat “hupp!”,
Ririn bengong melihat pria itu, bukan karena kebaikannya yang mau menolong Ririn Tapi…
DIA MELOMPAT DARI ATAS POHON!!!!!

“heii!! Ada apa?” kata pria itu melihar Ririn diam mematung didepannya.
“ah.. an.aniyo!!” Ririn tersadar dan gugup melihat pria yang ada didepannya.
“wow!! Tinggi sekali” batin Ririn melihat postur tubuh pria didepannya.
“ayo!! Aku Bantu” Pria itu menggendong Ririn dan melompat melewati gerbang sekolah.

“KYAAA!!!” Ririn berteriak kaget melihat pria ini menggendong dirinya dan melompati gerbang.

Musim Semi. Di musim semi inilah Ririn bertemu dengan Siwon yang merupakan kakak kelasnya, hingga menjalin hubungan khusus diantara keduanya.

Teng..teng.. bel berbunyi pertanda pelajaran akan sgera dimulai.

Selama pelajaran, siwon tak konsentrasi. Dia bingung apa yang harus dilakukannya sbelum Ririn pergi.

“apa yang harus aku lakukan?” batin siwon.

Tak terasa waktu terus berjalan,, dan usailah pelajaran tersebut. Kini waktunya untuk pulang.
“chagiya mianhe, aku tak bisa mengantarmu pulang” kata siwon.
“gwenchana, aku bisa pulang sendiri”kata Ririn sambil tersenyum.
“gomawo” siwon memeluk Ririn.

-dalam perjalanan-

Dengan hati riang Siwon berjalan sambil melihat-lihat took yang diselilingnya menjual bermacam-macam. Tanpa sengaja, diseberang jalan terdapat toko yang menarik perhatian Siwon.
Siwon tersenyum dan segera memasuki took tsb.

-di dalam toko-

Siwon memasuki dan melihat-lihat barang yang tersusun rapi dirak.
Siwon melihat sebuah mug putih yang dihiasi polkadot berwarna putih. Warna kesukaan Ririn.

“ini dia, yang kucari” batin siwon.
Setelah membeli dan membayar, Siwon pergi dan menyebrang.
Lampu penyebrang berwarna hijau untuk pejalan kaki.
Siwon berjalan dengan tenang sambil sesekali melihat hadiah yang dibawakannya.

Tiba-tiba..

Brukk!!

Tbc.

UMMA

Leave a comment

Ibu….

Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau banggakan..
Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau harapkan..
Maaf, telah menyusahkan mu..
Terima kasih, telah merawat dan membesarkanku..

Saranghaeyo Umma..

*Donghae Pov*

“donghae-ah!! Ayo, cepat kesekolah. Kau tak ingin terlambatkan??” teriak umma yang berhasil membangunkanku.

Ku tatap jam weker disamping kasurku.

07.15
“gawat!! 15 menit lagi pelajaran dimulai!!!” ku sambar handuk, dan berlari kekamar mandi yang berdekatan dengan dapur.

Nama ku Lee donghae, umurku 18 tahun..
Yah.. semenjak appa meninggalkan kami, umma rela membanting tulang menggantikan appa demi memenuhi kebutuhanku. Aku hanya anak satu-satunya. Umma ingin kelak aku berhasil dan bisa mencapai cita-cita yang kuimpikan..

Ku tengokkan kepalaku sebentar, ku lihat umma sedang memasak..

Dulu..
Umma sering sakit-sakitan ketika appa masih ada. Dan appa lah yang merawat umma. Tapi sekarang……….

“donghae-ah ayo cepat mandi!! Kau terlambat nak..” suara umma menyadarkanku dari lamunan.
“ah, ne…”

At Seika High School..

“hosh..hosh..”

“donghae-ah, tak seperti biasa kau terlambat, ada apa??” tanya hyukjae, teman sebangkuku..
Hyukjae adalah sahabatku sekaligus teman sejak kecil.
Orang tua Hyukjae berada di jepang karna ada urusan pekerjaan. Jika dia kesepian, dia selalu datang kerumahku. Umma sangat menyayanginya seperti ku..
“aniyo,, hanya saja.. arrghh!!” tiba-tiba rasa sakit ini kembali lagi. Entah kenapa Akhir-akhir ini, ku sering lelah. Dan terkadang Muncul darah dari hidungku.

“donghae-ah kau tak apa-apa? Wajahmu pucat sekali.” Hyukjae khawatir melihatku yang terus memegangi dada kiri.
“a.a.aniyo” rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. ah, ini apa?

“donghae-ah kau mimisan..” hyukjae semakin panic melihat darah segar keluar dari hidungku.
“ayo, keruang uks” ajak hyukjae tapi kutahan. “tak apa, aku hanya lelah saja”
“baiklah klo begitu, sepulang sekolah kau tak perlu kerja, kau harus istirahat” jelas hyukjae.
“ta.tapi, aku tak apa-apa. Aku hanya lelah saja,” aku terus menolak, tak mungkin aku tak bekerja.
“tapi, donghae-ah kau sakit, aku khawatir dengan keadaan mu, kau sering pingsan. Ahjumma sangat khawatir dengan keadaanmu”
“sudah kubilang, aku tak apa-apa” gertakku, yang dalam sekejap membuat hyukjae terdiam.
“arasso, tapi, aku hanya meminta 1 hal darimu, sehabis pulang sekolah. Kita kerumah sakit. Tak usah kerja.” Hyukjae menatapku tajam, aku tahu dia sangat khawatir, tapi…
“tapi, gmana dengan hankyung-hyung, apa dia tak marah jika kita tidak bekerja sehari” kataku lirih.
“Hankyung-hyung pasti mengerti, tak perlulah khawatir, aku akan bicara dengan Kyuhyun bahwa kita tak bekerja,” jelas Hyukjae sambil tersenyum.

Teng..teng..teng…!!!

Bel berbunyi, pertanda pelajaran akan segera dimulai..
Entah kenapa, tak ada satupun yang masuk ke otakku selama pelajaran Siwon Songsaenim.
Yang kupikirkan hanya 1..
Umma…

16.00 p.m
Pelajaran telah usai, waktunya akan pulang..

Segera ku masukkan buku-buku kedalam tas. Ku tengokkan sebentar, kulihat Hyukjae sedang berbicara dengan Kyuhyun. Yang merupakan adik sepupu Hankyung-hyung.

“donghae-ah ayo..” hyukjae menarik lengan tangan kananku.
“ne..”
ku tengok kebelakang, ku lihat Kyuhyun tersenyum kepadaku.

(Rumah Sakit Hangnam) 16.25 p.m

Hyukjae terus menggenggam tanganku ketika memasuki rumah sakit. Wajahnya tampak serius. Dia seakan seperti kakak yang selalu ku impikan dari dulu.

Kami terus berjalan, hingga sampailah sebuah ruangan.

(Dr. Kim Ryeowook)

Hyukjae mengetuk pintu ruangan dr. ryeowook.

“masuklah” terdengar suara ramah dari dalam.
“ada apa?” tanya Ryeowook ramah ketika kami masuk dan duduk didepannya.
“ehm, gini dok.. akhir-akhir ini, temanku donghae, sering pingsan dan sering menahan sakit di dada kirinya.” jelas Hyukjae.

ryeowook tampak mengerti, dan segera bertanya kepadaku.
“apa anda merasa pusing, akhir-akhir ini donghae-ssi?’ tanya ryeowook.
“ne, terkadang sakit sekali, hingga obat untuk sakit kepala tak ampuh” kataku.
“apa anda terkadang/sering mimisan donghae-ssi?” tanya nya.
Aku hanya mengangguk,.

“baiklah, kalau begitu, akan saya ambil sample darah donghae-ssi untuk di teliti apa yang sebenarnya terjadi dengan donghae-ssi” kata Ryeowook sambil tersenyum.

Aku diperiksa, dan disuntik untuk diambil darahku. Terasa sakit..

“anda bisa datang kesini 2 hari lagi” kata ryeowook.

“gamsahamnida” kata kami sambil setengah membungkuk.

2 hari telah berlalu, tibalah hari penentuan apa aku sehat atau tidak. Umma tak tahu hal ini, aku tak ingin merepotkannya.

“Hyukjae-ah aku takut” kata ku sambil menunduk.
“gwencahana, donghae-ah tak usah takut. Ada aku disini” hyukjae tersenyum kepada ku.

Dr. Ryeowook datang sambil membawa sebuah map yang berisi hasil tes laboratorium.
“donghae-ssi, apa anda siap dengan semua kenyataan ini” kata Ryeowook pelan.

“ne..” kataku.

*Author Pov*

“donghae-ah jangan tinggalin umma, umma kesepian nak..” suara tangisan seorang wanita separuh baya yang meratapi nisan didepannya.

“ahjumma, donghae-ah tak akan tenang jika anda tak rela dia pergi” Hyukjae berusaha menenangkan wanita itu yang adalah ibunya donghae.
“Hyukjae-ah kenapa kau tak bilang kalau donghae terkena penyakit jantung. Kenapa?” ibu donghae terus mengguncang tubuh hyukjae yang lemas.
“bukan tak ingin memberitahu kepada ahjumma, donghae-ah takut jika ahjumma mengetahuinya. Donghae-ah sangat sayang ahjumma” air mata mengalir deras dari pelupuk mata Hyukjae.

Yah, setelah hasil tes memberitahukan bahwa donghae terkena penyakit jantung.
Donghae tak ingin ibu yang sangat disayanginya khawatir dan akhirnya jatuh sakit.
Cukup donghae yang merasakannya. Donghae terus berusaha agar menemukan pendonor jantung untuknya. Tapi sayangnya
Tubuh donghae tak mampu, menahan penyakit tsb. Hingga dia pun menghembuskan nafas terakhir.

“ahjumma, donghae menitipkan ini kepadaku” Hyukjae menyerahkan sebuah amplop putih.

Ibu donghae menerima dan membukanya.

Umma..
Maaf, telah merepotkan mu selama ini.
Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau banggakan.
Maaf, tak bisa membahagiakan mu.
Maaf, telah menyusahkanmu.
Maaf umma..

Umma, aku ingin memelukmu, ketika kau menangis,
Aku ingin mengatakan bahwa ‘aku sayang umma’
aku hanyalah anak yang selau menyusahkanmu.
Anak tak berguna..

Umma setelah kau membaca ini, lihatlah didalam amplop.

Ibu donghae mmelihat isi kedalam amplop, sebuah kalung.
“ahjumma, selama ini donghae bekerja agar bisa membeli kalung, yang dulu ahjumma jual untuk kebutuhan donghae.” Jelas Hyukjae

Ibu donghae terperangah, mendengar kata-kata Hyukjae.

“dongghaeee,, umma sangat sayang kepadamu. Umma bangga kepadamu nak. Kau tak menyusahkan umma, umma yang telah menyusahkanmu nak..” ibu donghae terus menangis sambil memeluk nisan yang dihadapannya.

“ahjumma, donghae sudah tenang disana, jika ahjumma seperti ini, donghae akan sedih” kata hyukjae sambil memeluk ibu donghae.

Ku buka album biru, penuh debu dan usang..
Ku pandangi semua gambaran diri..
Kecil bersih belum ternoda..

Pikirku pun melayang, dahulu penuh kasih..
Teringat semua cerita orang.
Tentang riwayatku..

Kata mereka diriku, selalu dimanja..
Kata mereka diriku, selalu ditimang..

Nada-nada yang indah, selalu terukir darinya.
Tangis nakal dibibirku ini, takkan jadi deritanya.
Tangan halus dan suci, jiwa raga ku ini.
Telah mengangkat diri ini.
Jiwa raga dan sluruh hidup.
Rela dia berikan

Oh bunda ada dan tiada
Dirimu kan slalu ada didalam
Hatiku…

-bunda song of melly-