Suasana di perpustakaan Chungdam High School tampak ramai.
Dipojok ruangan arah kanan, tampak sepasang kekasih asyik membaca.
“Jagiya, kau yakin akan keputusan orangtua mu?” Siwon menatap lekat-lekat gadis yg didepannya.

“Ne, mianhe siwon-ah, ak.aku tidak bisa berbuat apa-apa” Ririn, tampak tak bersemangat hari ini.
2 bulan lagi, Ririn pergi ke Jepang ikut orangtuanya lantaran pekerjaan appanya.

“gwenchana, walaupun kita berpisah. Kita masih bisa berkomunikasi satu sama lain” Siwon tersenyum sambil menenangkan Ririn.
“ingat! hatiku selalu ada untukmu, begitu juga hatimu”.

Senyum terukir dibibir mungil Ririn “gomawo jagiya”.

Hubungan mereka bermulai adanya kecelakaan kecil. Musim semilah, yang mempertemukan mereka.

*Flashback*

“gawat!!!! Upacara penerimaan siswa baru sudah dimulai” Ririn terus berlari. Inilah hari pertamanya memulai kehidupan baru di SMA.

“aish,, ke.kenapa ditutup???” Gerbang Chungdam High School ditutup. Pertanda Upacara penerimaan siswa baru telah dimulai.

Ririn terus gelisah, jika panjat gerbang tersebut tak mungkin, Ririn memakai Rok. Bisa-bisa……
Ririn melihat arah sekitarnya.
Sepi…

“HEIII!!!!!!”
Gadis ini terdiam mencari suara yang seperti memanggilnya.

“HEIII!!!!” suara itu muncul lagi. Ririn merinding ketakutan.
“jangan-jangan sekolah ini ada penghuninya.” Batin Ririn.

“HEIII!!! AKU DISINI” suara itu muncul lagi, lebih keras kali ini.

Ririn mendongakkan kepala, melihat arah suara yg memanggilnya.
Tampak seorang pria berada diatas POHON????

Pria itu tersenyum “ayo, aku Bantu kau”.
Pria itu melompat “hupp!”,
Ririn bengong melihat pria itu, bukan karena kebaikannya yang mau menolong Ririn Tapi…
DIA MELOMPAT DARI ATAS POHON!!!!!

“heii!! Ada apa?” kata pria itu melihar Ririn diam mematung didepannya.
“ah.. an.aniyo!!” Ririn tersadar dan gugup melihat pria yang ada didepannya.
“wow!! Tinggi sekali” batin Ririn melihat postur tubuh pria didepannya.
“ayo!! Aku Bantu” Pria itu menggendong Ririn dan melompat melewati gerbang sekolah.

“KYAAA!!!” Ririn berteriak kaget melihat pria ini menggendong dirinya dan melompati gerbang.

Musim Semi. Di musim semi inilah Ririn bertemu dengan Siwon yang merupakan kakak kelasnya, hingga menjalin hubungan khusus diantara keduanya.

Teng..teng.. bel berbunyi pertanda pelajaran akan sgera dimulai.

Selama pelajaran, siwon tak konsentrasi. Dia bingung apa yang harus dilakukannya sbelum Ririn pergi.

“apa yang harus aku lakukan?” batin siwon.

Tak terasa waktu terus berjalan,, dan usailah pelajaran tersebut. Kini waktunya untuk pulang.
“chagiya mianhe, aku tak bisa mengantarmu pulang” kata siwon.
“gwenchana, aku bisa pulang sendiri”kata Ririn sambil tersenyum.
“gomawo” siwon memeluk Ririn.

-dalam perjalanan-

Dengan hati riang Siwon berjalan sambil melihat-lihat took yang diselilingnya menjual bermacam-macam. Tanpa sengaja, diseberang jalan terdapat toko yang menarik perhatian Siwon.
Siwon tersenyum dan segera memasuki took tsb.

-di dalam toko-

Siwon memasuki dan melihat-lihat barang yang tersusun rapi dirak.
Siwon melihat sebuah mug putih yang dihiasi polkadot berwarna putih. Warna kesukaan Ririn.

“ini dia, yang kucari” batin siwon.
Setelah membeli dan membayar, Siwon pergi dan menyebrang.
Lampu penyebrang berwarna hijau untuk pejalan kaki.
Siwon berjalan dengan tenang sambil sesekali melihat hadiah yang dibawakannya.

Tiba-tiba..

Brukk!!

Tbc.