Sebuah mobil sedan berwarna hitam melaju kencang, tak mengindahkan adanya lampu merah.

Brukk!!
Terjadi tabrakanyang sangat keras. Siwon tertabrak seketika dengan tubuh bersimbah darah. Dan penabrak melarikan diri/tabrak lari.

Tess!!
Air mata mengalir di pipi Ririn, “kenapa aku menangis, ada apa ini?” batin Ririn.
Kringgg!!! Telepon rumah milik keluarga Park berdering.

“yeobbseo” sapa Ririn ditelpon.
“Ri.ri. Ririn eonni…” terdengar suara tangisan ditelpon.
“sa.sangmi? ada apa?” tanya Ririn gelisah.
“o.o.op.oppa hiks.oppa hiks”
“SIWON OPPA KENAPA??????” Ririn merasa ada hal yang aneh.
“siwon oppa kecelakaan!!!! Ririn eonniii!!!”
“si.siwon oppa kecelakaan???” Ririn tak percaya apa yang diktakan adik siwon, sangmi.

“OPPA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

-Ride Hospital-

Ririn terus berlari tak peduli orang melihatnya, tujuannya hanya 1.
‘Menemui Siwon.’

Langkah Ririn terhenti, melihat keluarga Siwon berada disana.
“Eonnii!!!!” Sangmi berteriak dan memeluk Ririn.
“gimana keadaan siwon??” tanya Ririn.
“oppa belum sadar”

Sangmi melepaskan pelukannya membiarkan Ririn berjalan menemui ahjumma yang merupakan ibu Siwon. “ahjumma!!!!..” tangis Ririn makin meledak, melihat Ibu Siwon terkulai lemas.

Selang beberapa jam dokter keluar, dari ruang UGD.
Seluruh keluarga Siwon bertanya-tanya, bagaimana keadaan siwon.
“apa kah yang disini ada yang bernama Park Ririn?” tanya dokter.
“saya dok.” Jawab Ririn.
“pasien siwon terus memanggil nama anda, temuilah dia”

Ririn memasuki ruang tsb. “oppa” hati yang mana tak sakit melihat orang yang dicintai tergolek lemah memperjuangkan hidupnya. Butiran air mata mengalir tenang dikedua pipi Ririn.
Ririn mendekati Siwon yang kini seluruh tubuhnya dipenuhi selang. “oppa.. bertahanlah” gumam Ririn menahan isak tangisnya.
“ririn.ririn.ririn” Siwon terus memanggil Nama Ririn.
“oppa, aku disini” Ririn makin memperkuat genggaman tangannya.

-keesokan harinya-

Keadaan Siwon belum membaik hanya saja dia dipindahkan di ruang inap biasa.
Ririn datang sambil membawa buah-buahan kesukaan Siwon. Jeruk

-Ruang 10-
Krekk!! Suara pintu dibuka.

“sangmi, gmana keadaan oppa?” tanya Ririn melihat sangmi duduk melamun menatap dunia luar dari balik jendela.

Sangmi terkaget dan menggelengkan kepalanya. Ririn tampak mengerti apa yang dimaksud Sangmi.

“keluarlah dengan jungsoo oppa, seharian ini kau disini. Kau tak ingin bersamanya??” tanya Ririn sambil tersenyum.

Sangmi terdiam, dilihat oppa nya masih belum sadar.
“ani, aku disini saja”

“keluarlah, biar aku saja yang menggantikanmu. Jungsoo oppa menunggumu di luar” kata Ririn.

“mwo??” Sangmi tercengang dan segera keluar dari kamar “unnie!! Jaga siwon oppa ya!!! Kalau ada sesuatu beritahu akuuuuu…” teriak Sangmi dari luar.

-1 bulan kemudian-

Kesehatan Siwon mulai membaik, dan jarang pula Ririn menjenguknya karena dia harus mengurus surat kepindahan sekolah.

Hingga suatu ketika, Ririn datang untuk menjenguk Siwon karena sudah seminggu dia tak menjenguknya.

Tetapi……….

Tbc.