Ibu….

Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau banggakan..
Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau harapkan..
Maaf, telah menyusahkan mu..
Terima kasih, telah merawat dan membesarkanku..

Saranghaeyo Umma..

*Donghae Pov*

“donghae-ah!! Ayo, cepat kesekolah. Kau tak ingin terlambatkan??” teriak umma yang berhasil membangunkanku.

Ku tatap jam weker disamping kasurku.

07.15
“gawat!! 15 menit lagi pelajaran dimulai!!!” ku sambar handuk, dan berlari kekamar mandi yang berdekatan dengan dapur.

Nama ku Lee donghae, umurku 18 tahun..
Yah.. semenjak appa meninggalkan kami, umma rela membanting tulang menggantikan appa demi memenuhi kebutuhanku. Aku hanya anak satu-satunya. Umma ingin kelak aku berhasil dan bisa mencapai cita-cita yang kuimpikan..

Ku tengokkan kepalaku sebentar, ku lihat umma sedang memasak..

Dulu..
Umma sering sakit-sakitan ketika appa masih ada. Dan appa lah yang merawat umma. Tapi sekarang……….

“donghae-ah ayo cepat mandi!! Kau terlambat nak..” suara umma menyadarkanku dari lamunan.
“ah, ne…”

At Seika High School..

“hosh..hosh..”

“donghae-ah, tak seperti biasa kau terlambat, ada apa??” tanya hyukjae, teman sebangkuku..
Hyukjae adalah sahabatku sekaligus teman sejak kecil.
Orang tua Hyukjae berada di jepang karna ada urusan pekerjaan. Jika dia kesepian, dia selalu datang kerumahku. Umma sangat menyayanginya seperti ku..
“aniyo,, hanya saja.. arrghh!!” tiba-tiba rasa sakit ini kembali lagi. Entah kenapa Akhir-akhir ini, ku sering lelah. Dan terkadang Muncul darah dari hidungku.

“donghae-ah kau tak apa-apa? Wajahmu pucat sekali.” Hyukjae khawatir melihatku yang terus memegangi dada kiri.
“a.a.aniyo” rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. ah, ini apa?

“donghae-ah kau mimisan..” hyukjae semakin panic melihat darah segar keluar dari hidungku.
“ayo, keruang uks” ajak hyukjae tapi kutahan. “tak apa, aku hanya lelah saja”
“baiklah klo begitu, sepulang sekolah kau tak perlu kerja, kau harus istirahat” jelas hyukjae.
“ta.tapi, aku tak apa-apa. Aku hanya lelah saja,” aku terus menolak, tak mungkin aku tak bekerja.
“tapi, donghae-ah kau sakit, aku khawatir dengan keadaan mu, kau sering pingsan. Ahjumma sangat khawatir dengan keadaanmu”
“sudah kubilang, aku tak apa-apa” gertakku, yang dalam sekejap membuat hyukjae terdiam.
“arasso, tapi, aku hanya meminta 1 hal darimu, sehabis pulang sekolah. Kita kerumah sakit. Tak usah kerja.” Hyukjae menatapku tajam, aku tahu dia sangat khawatir, tapi…
“tapi, gmana dengan hankyung-hyung, apa dia tak marah jika kita tidak bekerja sehari” kataku lirih.
“Hankyung-hyung pasti mengerti, tak perlulah khawatir, aku akan bicara dengan Kyuhyun bahwa kita tak bekerja,” jelas Hyukjae sambil tersenyum.

Teng..teng..teng…!!!

Bel berbunyi, pertanda pelajaran akan segera dimulai..
Entah kenapa, tak ada satupun yang masuk ke otakku selama pelajaran Siwon Songsaenim.
Yang kupikirkan hanya 1..
Umma…

16.00 p.m
Pelajaran telah usai, waktunya akan pulang..

Segera ku masukkan buku-buku kedalam tas. Ku tengokkan sebentar, kulihat Hyukjae sedang berbicara dengan Kyuhyun. Yang merupakan adik sepupu Hankyung-hyung.

“donghae-ah ayo..” hyukjae menarik lengan tangan kananku.
“ne..”
ku tengok kebelakang, ku lihat Kyuhyun tersenyum kepadaku.

(Rumah Sakit Hangnam) 16.25 p.m

Hyukjae terus menggenggam tanganku ketika memasuki rumah sakit. Wajahnya tampak serius. Dia seakan seperti kakak yang selalu ku impikan dari dulu.

Kami terus berjalan, hingga sampailah sebuah ruangan.

(Dr. Kim Ryeowook)

Hyukjae mengetuk pintu ruangan dr. ryeowook.

“masuklah” terdengar suara ramah dari dalam.
“ada apa?” tanya Ryeowook ramah ketika kami masuk dan duduk didepannya.
“ehm, gini dok.. akhir-akhir ini, temanku donghae, sering pingsan dan sering menahan sakit di dada kirinya.” jelas Hyukjae.

ryeowook tampak mengerti, dan segera bertanya kepadaku.
“apa anda merasa pusing, akhir-akhir ini donghae-ssi?’ tanya ryeowook.
“ne, terkadang sakit sekali, hingga obat untuk sakit kepala tak ampuh” kataku.
“apa anda terkadang/sering mimisan donghae-ssi?” tanya nya.
Aku hanya mengangguk,.

“baiklah, kalau begitu, akan saya ambil sample darah donghae-ssi untuk di teliti apa yang sebenarnya terjadi dengan donghae-ssi” kata Ryeowook sambil tersenyum.

Aku diperiksa, dan disuntik untuk diambil darahku. Terasa sakit..

“anda bisa datang kesini 2 hari lagi” kata ryeowook.

“gamsahamnida” kata kami sambil setengah membungkuk.

2 hari telah berlalu, tibalah hari penentuan apa aku sehat atau tidak. Umma tak tahu hal ini, aku tak ingin merepotkannya.

“Hyukjae-ah aku takut” kata ku sambil menunduk.
“gwencahana, donghae-ah tak usah takut. Ada aku disini” hyukjae tersenyum kepada ku.

Dr. Ryeowook datang sambil membawa sebuah map yang berisi hasil tes laboratorium.
“donghae-ssi, apa anda siap dengan semua kenyataan ini” kata Ryeowook pelan.

“ne..” kataku.

*Author Pov*

“donghae-ah jangan tinggalin umma, umma kesepian nak..” suara tangisan seorang wanita separuh baya yang meratapi nisan didepannya.

“ahjumma, donghae-ah tak akan tenang jika anda tak rela dia pergi” Hyukjae berusaha menenangkan wanita itu yang adalah ibunya donghae.
“Hyukjae-ah kenapa kau tak bilang kalau donghae terkena penyakit jantung. Kenapa?” ibu donghae terus mengguncang tubuh hyukjae yang lemas.
“bukan tak ingin memberitahu kepada ahjumma, donghae-ah takut jika ahjumma mengetahuinya. Donghae-ah sangat sayang ahjumma” air mata mengalir deras dari pelupuk mata Hyukjae.

Yah, setelah hasil tes memberitahukan bahwa donghae terkena penyakit jantung.
Donghae tak ingin ibu yang sangat disayanginya khawatir dan akhirnya jatuh sakit.
Cukup donghae yang merasakannya. Donghae terus berusaha agar menemukan pendonor jantung untuknya. Tapi sayangnya
Tubuh donghae tak mampu, menahan penyakit tsb. Hingga dia pun menghembuskan nafas terakhir.

“ahjumma, donghae menitipkan ini kepadaku” Hyukjae menyerahkan sebuah amplop putih.

Ibu donghae menerima dan membukanya.

Umma..
Maaf, telah merepotkan mu selama ini.
Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau banggakan.
Maaf, tak bisa membahagiakan mu.
Maaf, telah menyusahkanmu.
Maaf umma..

Umma, aku ingin memelukmu, ketika kau menangis,
Aku ingin mengatakan bahwa ‘aku sayang umma’
aku hanyalah anak yang selau menyusahkanmu.
Anak tak berguna..

Umma setelah kau membaca ini, lihatlah didalam amplop.

Ibu donghae mmelihat isi kedalam amplop, sebuah kalung.
“ahjumma, selama ini donghae bekerja agar bisa membeli kalung, yang dulu ahjumma jual untuk kebutuhan donghae.” Jelas Hyukjae

Ibu donghae terperangah, mendengar kata-kata Hyukjae.

“dongghaeee,, umma sangat sayang kepadamu. Umma bangga kepadamu nak. Kau tak menyusahkan umma, umma yang telah menyusahkanmu nak..” ibu donghae terus menangis sambil memeluk nisan yang dihadapannya.

“ahjumma, donghae sudah tenang disana, jika ahjumma seperti ini, donghae akan sedih” kata hyukjae sambil memeluk ibu donghae.

Ku buka album biru, penuh debu dan usang..
Ku pandangi semua gambaran diri..
Kecil bersih belum ternoda..

Pikirku pun melayang, dahulu penuh kasih..
Teringat semua cerita orang.
Tentang riwayatku..

Kata mereka diriku, selalu dimanja..
Kata mereka diriku, selalu ditimang..

Nada-nada yang indah, selalu terukir darinya.
Tangis nakal dibibirku ini, takkan jadi deritanya.
Tangan halus dan suci, jiwa raga ku ini.
Telah mengangkat diri ini.
Jiwa raga dan sluruh hidup.
Rela dia berikan

Oh bunda ada dan tiada
Dirimu kan slalu ada didalam
Hatiku…

-bunda song of melly-