Abortion [Part 1]

1 Comment

Mama, kenapa kau lakukan ini??

Kenapa Mama ??

Apa salahku??

Mama!!

Mama !!

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku.

Mimpi..

Mimpi itu lagi..

Mimpi yang selalu hadir..

Yang selalu menemaniku..

*flashback*

Namaku Lee Haejin..

Aku baru mengetahui ini, ketika aku kelas tiga smp.

Bertepatan dengan ujian sekolah..

Entah kenapa. Perasaan ku tak enak ketika dokter dating dan meengatakan ‘selamat’

Aku dinyatakan possitif hamil..

Aku melihat kesamping, umma ku..

Umma ??

Ya, aku tinggal bersama ibuku. Ayah meninggal ketika aku berumur 11 tahun. Umma menggantikan ayah yg sgai kepala keluarga.

Ku lihat raut wajah umma.

‘dok, apa bisa kandungan ini digugurkan??’

‘gugur?’

‘DIGUGURKAN’

‘umma..’ kata ku lirih..

‘bisa, karena kandungan ini baru 2 bulan’ kata dokter

‘gugurkan saja’ kata umma serius

‘tidakkk,, umma jangan umma’ kataku..

‘maaf haejin-ah, kau harus melakukan ini. Demi masa depanmu’ kata umma

‘tapi ma…’ suaraku tercekat. Terhalang air mataku yang semakin deras.

Aku melihat kearah kardiograf (pendeteksi bayi, gak tau namanya hehe)

Bayiku..

Anakku..

Padahal sekecil itu dia berjuang tuk hidup..

Maaf kan mama, nak..

*flashback end*

Aku mengingat-ngingat kembali..

Sudah setahun kejadian itu. Kini aku seorang siswi SMA tepat kelas 1.

08.35 a.m

Aku beranjak dari tempat tidurku, dan pergi ke kamar mandi untuk perg kerja part time di café tempat aku bekerja.. ‘ICH LIEBE’

Kebetulan hari ini adalah hari sabtu. Dan sekolah libur, kesempatan ku tuk mencari penghasilan tanpa merepotkan umma.

Suara air dari pancuran shower mengguyur tubuhku.

Aku mengingat-ingat kembali, semenjak itu…

Aku tak berani tuk menjalin hubungan dengan siapapun apalgi serius.

Selesai menyiapkan diri, aku pergi ketempat kerja.

Hmm.. ‘sudah ada orang’ pikirku

Aku melihat seorang namja dating kearahku yang merupakan senior ku ‘Lee Donghae’

‘haejin-ssi , apa kau baik;baik saja?, mukamu pucat’ Tanya donghae, senior ku.

‘ani,aniyo sunbae gwaenchana’ kataku

Aku berjalan menuju kedapur,

Ya aku bertugas sebagai koki. Dan donghae sunbae bertugas melayani pengunjung.

Seperti biasa hari-hari ku lalui ddengan datar.

Tak ada yang istimewa.

‘haejin-ssi kau baik-baik saja?? haejin-ssii masakan yang kau buat gosong’ kata donghae sunbae membuyarkan lamunan ku.

‘ah, mianhe-mianhe sunbae, jeongmal mianhe’ kata ku segera membersihkan masakanku yang berantakan.

‘gwaenchana, kau tak apa-apa? Lebih baik istirahat saja’

‘ani, aku baik-baik sa… auuww’ teriakku kesakitan. Jariku berdarah, ketika mengiris sayuran.

Aku terhenyak sekejap. Donghae Sunbae tiba-tiba meraih tanganku dan menghisap darah yang ditanganku mengurangi rasa sakit.

“gwenchana?” Tanya donghae sunbae.

“gwenchanayo” jawabku.

Hening seketika. Sibuk dengan pikiran msing-msing.

Hhh aku benci atmosfer diam begini , batinku.

“s.,sunbae, ehm, aku harus kembali bekerja” kataku memulai percakapan.

“oh, ne mianhe membuatmu terganggu”

“gwenchana”

[AUTHOR POV]

Ketika donghae ingin kembali melayani pengunjung kafe, sejenak dia membalikkan diri.

“Haejin ssi, apakah hari sabtu kau ada acara?” tanyanya.

“ne? ehm, seprtinya tak ada. Waeyo?”

“oh, tak apa. Apakah kau ingin, pergi denganku kebetulan ada didekat kafe, ad ataman yang akan mengadakan festival pada hari sabtu.” Katanya berharap.

Haejin menatap sejenak namja didepannya. Dia ingin sekali ikut, tapi..

Takut jika kejadian itu harus terulang lagi. Dia sudah berjanji, pada dirinya bahwa tidak akan memiliki hub. aplgi serius.

“ehm,” haejinn tampak berpikir.

“ayolah.. sekali-kali kau harus berefreshing” kata donghae.

“baiklah.” Kata haejin

“akan kujemput kau” kata donghae tersenyum dan pergi kembali bekerja.

DEG!

Perasaan ini? Tak mungkin, tak mungkin aku memiliki perasaan khusus tentangnya. Tak mungkin..

Aku. Aku tak mau kejaddian itu terulang lagi. Aku tak ingin..

ps: gomawo dah bca ff ku yg sbelumnya yaa u.u makasih comment na ama like nya utk selanjutnya mukin agak lama soalnya diskolahku diadakan ulangan jarang ol. trus pulsa sring hbis (curcol) makasih bgt yang dah mau bca > <

jangan bosen-bosen bca ff ku yaa hehehe gomawo ^ ^

Saranghaeyo Unnie part 2

Leave a comment

“k.kau??”

“ne, ada apa ya?” tanya gadis itu, tampak bingung karena leeteuk menatapnya.
“kau gadis yang ku tabrak kemarin kan?” leeteuk seakan tak percaya, dengan apa yang dilihatnya. Gadis didepannya.

“gadis?, aku? ”Ehm mungkin yang kau maksud itu saudariku” gadis itu tampak mengerti apa yang dimaksud leeteuk.

Para member super junior kecuali leeteuk hanya bengong tanda tak mengerti.
“hwangmi, kau tak suruh mereka masuk?” terdengar suara dari dalam.
“ah ne, mian.. silakan masuk” gadis yang dipanggil hwangmi mempersilahkan member suju masuk.

“ini” ryeowook menyodorkon sup buatannya bareng hankyung.
“gomawo” hwangmi tersenyum dan pergi kedapur.
“unnie!!! ada tamu, cepat keruang tamu” teriak hwangmi.

Tap.tap.tap..

Suara langkah kaki, yang kini memasuki ruang tamu.
Leeteuk hanya diam dari tadi. Tak mengerti apa yang di maksud gadis itu ‘Ehm mungkin yang kau maksud itu saudariku’ kata-kata itu terus terngiang di otak leeteuk.

“annyeong haseyo” sapa seorang gadis.
Gadis itu memakai memakai sweater hijau muda dengan rok selutut berwarna putih perpaduan yang manis. Dan rambut di urai berbeda dengan gadis yang tadi.

“annyeong haseyo!! Uri super junior!!” koor semua member.

Gadis itu tersenyum, “hwangmi!! Cepat bawakan minuman!!”.
“ne!” teriak hwangmi dari dalam.
Leeteuk tampak bingung apa yang terjadi ini…. O.o”

Hwangmi datang dan membawakan minuman.
“loeh? Kalian kembar?” tanya sungmin.

“ne, sangmi-imnida, dan ini adik saya, hwangmi” kata sangmi diikuti dengan anggukan hwangmi.
“nah, oppa akhirnya kau tau kan” hwangmi tersenyum kepada leeteuk yang sedari tadi diam. “ mungkin, dia yang oppa tabrak kemarin, bukan saya” lanjut hwangmi.
“loeh, kau yang kemarin kan?” tanya sangmi.
Leeteuk hanya mengangguk tak tau apa yang ingin dikatakan seolah-olah bibirnya terkunci rapat.

Donghae yang tepat disebelah Leeteuk pun menyenggol lengan Leeteuk. “hyung kok diam? Hyung sakit?” tanya donghae pelan.
Leeteuk menggeleng kepalanya.
“aniyo”

Tbc.

Saranghaeyo Unnie!!!!

Leave a comment

“huft.. lelah sekali hari ini”
Leeteuk terus berjalan agar sampai secepatnya di dorm. Tanpa dia sadari, Seseorang Menuju kearahnya, tampak terburu-buru.
BRUKK!!!

“ah.. mi.mianhe, aku tidak sengaja” Kata Gadis itu sambil merapikan kertas dan buku yang terjatuh akibat menabrak Leeteuk.
“aniyo! Aku yang seharusnya minta maaf,” Balas Leeteuk sambil membantu kertas yang berserakan.

“Gamsahamnida” kata gadis itu dengan setengah membungkuk dan berlalu pergi.
Leeteuk tertegun sesaat, melihat punggung gadis yang semakil lama menjauh hingga tak kelihatan.
“Cantik Sekali” batin leeteuk.

Dorm Suju, 11.05 a.m

“Hyung! Kau sudah pulang” Terdengar suara Ryeowook dari dapur.
“ah.. Wookie-ah bisa buatkan aku teh, aku lelah” Leeteuk duduk sambil menyalakan tv.
“ne,” balas Ryeowook.

“Hyung! Hyung! Ada kabar baru!!” Seru Eunhyuk tiba-tiba muncul dari kamar.
“kabar baru apa” Tanya leeteuk, tanpa menoleh dari acara tv yang ditontonnya.

“kata heechul hyung, disebelah dorm kita ada apartemen kan, dan baru ditempati hari ini hyung” jelas Eunhyuk dengan semangat.

“jinja??! ” tanya leeteuk tetap focus ke layar tv.
“Ne hyung, tadi aku sama hankyung hyung lihat. Yang tinggal 2 orang gadis loh hyung, cantik-cantik..” Tiba-tiba Donghae muncul dengan mata yang berbinar-binar.

“Jinja Hae? Kau beruntung sekali. Seharian ini aku belum melihat mereka” Kata Eunhyuk dengan raut muka yang tak bisa di expresikan.
“itukan DL! Ha..ha..ha” tawa Donghae sambil pergi.

“Yak!! Jahatnya kau Hae!!!!” Eunhyuk Cemberut dan pergi menyusul donghae.

Leeteuk hanya menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan dongsaengnya
“dasar bocah” gumam leeteuk
“kenapa hyung?” Ryeowook heran melihat Leeteuk.
“aniyo! Gomawo wookie-ah” kata Leeteuk sambil minun teh buatan ryeowook.
Ryeowook mengangguk dan pergi.

In the morning at 7.00 a.m

“Hyung! Bangun! Sarapan sudah siap” Hankyung terus membangunkan Leeteuk.
“Sebentar, aku masih ngantuk”
“ hyung! ayo bangun! Keburuan makanannya dingin” Desak hankyung.
“ne.ne..” leeteuk pun bangun.

*Ruang Makan.*

“hyung! Ada tetangga baru , cantik-cantik loeh hyung!” Kata Kang In memulai pembicaraan.
“terus?” kata Leeteuk sambil asyik makan.
“hari ini kita tak ada jadwal, gmana klo kesana hyung. Anggaplah menyambut kedatangan tetangga baru” jelas Kang in.

Leeteuk terdiam, semua mata tertuju kepadanya.

“ne, setelah kita selesai sarapan dan membersihkan dorm” Leeteuk menyetujui ajakan Kang In.
“Asyiiikkk!!!” koor semua member.

Setelah selesai makan dan membersihkan dorm mereka. Pergilah mereka ke apartemen sebelah untuk menjenguk tetangga baru.

“ting.tong.ting.tong” bel terus berbunyi.
“ne, siapa?” pintu terbuka dan muncullah seorang gadis. Gadis Manis dengan rambut dikuncir kuda.

“k.kau??”

tbc.

UMMA

Leave a comment

Ibu….

Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau banggakan..
Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau harapkan..
Maaf, telah menyusahkan mu..
Terima kasih, telah merawat dan membesarkanku..

Saranghaeyo Umma..

*Donghae Pov*

“donghae-ah!! Ayo, cepat kesekolah. Kau tak ingin terlambatkan??” teriak umma yang berhasil membangunkanku.

Ku tatap jam weker disamping kasurku.

07.15
“gawat!! 15 menit lagi pelajaran dimulai!!!” ku sambar handuk, dan berlari kekamar mandi yang berdekatan dengan dapur.

Nama ku Lee donghae, umurku 18 tahun..
Yah.. semenjak appa meninggalkan kami, umma rela membanting tulang menggantikan appa demi memenuhi kebutuhanku. Aku hanya anak satu-satunya. Umma ingin kelak aku berhasil dan bisa mencapai cita-cita yang kuimpikan..

Ku tengokkan kepalaku sebentar, ku lihat umma sedang memasak..

Dulu..
Umma sering sakit-sakitan ketika appa masih ada. Dan appa lah yang merawat umma. Tapi sekarang……….

“donghae-ah ayo cepat mandi!! Kau terlambat nak..” suara umma menyadarkanku dari lamunan.
“ah, ne…”

At Seika High School..

“hosh..hosh..”

“donghae-ah, tak seperti biasa kau terlambat, ada apa??” tanya hyukjae, teman sebangkuku..
Hyukjae adalah sahabatku sekaligus teman sejak kecil.
Orang tua Hyukjae berada di jepang karna ada urusan pekerjaan. Jika dia kesepian, dia selalu datang kerumahku. Umma sangat menyayanginya seperti ku..
“aniyo,, hanya saja.. arrghh!!” tiba-tiba rasa sakit ini kembali lagi. Entah kenapa Akhir-akhir ini, ku sering lelah. Dan terkadang Muncul darah dari hidungku.

“donghae-ah kau tak apa-apa? Wajahmu pucat sekali.” Hyukjae khawatir melihatku yang terus memegangi dada kiri.
“a.a.aniyo” rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. ah, ini apa?

“donghae-ah kau mimisan..” hyukjae semakin panic melihat darah segar keluar dari hidungku.
“ayo, keruang uks” ajak hyukjae tapi kutahan. “tak apa, aku hanya lelah saja”
“baiklah klo begitu, sepulang sekolah kau tak perlu kerja, kau harus istirahat” jelas hyukjae.
“ta.tapi, aku tak apa-apa. Aku hanya lelah saja,” aku terus menolak, tak mungkin aku tak bekerja.
“tapi, donghae-ah kau sakit, aku khawatir dengan keadaan mu, kau sering pingsan. Ahjumma sangat khawatir dengan keadaanmu”
“sudah kubilang, aku tak apa-apa” gertakku, yang dalam sekejap membuat hyukjae terdiam.
“arasso, tapi, aku hanya meminta 1 hal darimu, sehabis pulang sekolah. Kita kerumah sakit. Tak usah kerja.” Hyukjae menatapku tajam, aku tahu dia sangat khawatir, tapi…
“tapi, gmana dengan hankyung-hyung, apa dia tak marah jika kita tidak bekerja sehari” kataku lirih.
“Hankyung-hyung pasti mengerti, tak perlulah khawatir, aku akan bicara dengan Kyuhyun bahwa kita tak bekerja,” jelas Hyukjae sambil tersenyum.

Teng..teng..teng…!!!

Bel berbunyi, pertanda pelajaran akan segera dimulai..
Entah kenapa, tak ada satupun yang masuk ke otakku selama pelajaran Siwon Songsaenim.
Yang kupikirkan hanya 1..
Umma…

16.00 p.m
Pelajaran telah usai, waktunya akan pulang..

Segera ku masukkan buku-buku kedalam tas. Ku tengokkan sebentar, kulihat Hyukjae sedang berbicara dengan Kyuhyun. Yang merupakan adik sepupu Hankyung-hyung.

“donghae-ah ayo..” hyukjae menarik lengan tangan kananku.
“ne..”
ku tengok kebelakang, ku lihat Kyuhyun tersenyum kepadaku.

(Rumah Sakit Hangnam) 16.25 p.m

Hyukjae terus menggenggam tanganku ketika memasuki rumah sakit. Wajahnya tampak serius. Dia seakan seperti kakak yang selalu ku impikan dari dulu.

Kami terus berjalan, hingga sampailah sebuah ruangan.

(Dr. Kim Ryeowook)

Hyukjae mengetuk pintu ruangan dr. ryeowook.

“masuklah” terdengar suara ramah dari dalam.
“ada apa?” tanya Ryeowook ramah ketika kami masuk dan duduk didepannya.
“ehm, gini dok.. akhir-akhir ini, temanku donghae, sering pingsan dan sering menahan sakit di dada kirinya.” jelas Hyukjae.

ryeowook tampak mengerti, dan segera bertanya kepadaku.
“apa anda merasa pusing, akhir-akhir ini donghae-ssi?’ tanya ryeowook.
“ne, terkadang sakit sekali, hingga obat untuk sakit kepala tak ampuh” kataku.
“apa anda terkadang/sering mimisan donghae-ssi?” tanya nya.
Aku hanya mengangguk,.

“baiklah, kalau begitu, akan saya ambil sample darah donghae-ssi untuk di teliti apa yang sebenarnya terjadi dengan donghae-ssi” kata Ryeowook sambil tersenyum.

Aku diperiksa, dan disuntik untuk diambil darahku. Terasa sakit..

“anda bisa datang kesini 2 hari lagi” kata ryeowook.

“gamsahamnida” kata kami sambil setengah membungkuk.

2 hari telah berlalu, tibalah hari penentuan apa aku sehat atau tidak. Umma tak tahu hal ini, aku tak ingin merepotkannya.

“Hyukjae-ah aku takut” kata ku sambil menunduk.
“gwencahana, donghae-ah tak usah takut. Ada aku disini” hyukjae tersenyum kepada ku.

Dr. Ryeowook datang sambil membawa sebuah map yang berisi hasil tes laboratorium.
“donghae-ssi, apa anda siap dengan semua kenyataan ini” kata Ryeowook pelan.

“ne..” kataku.

*Author Pov*

“donghae-ah jangan tinggalin umma, umma kesepian nak..” suara tangisan seorang wanita separuh baya yang meratapi nisan didepannya.

“ahjumma, donghae-ah tak akan tenang jika anda tak rela dia pergi” Hyukjae berusaha menenangkan wanita itu yang adalah ibunya donghae.
“Hyukjae-ah kenapa kau tak bilang kalau donghae terkena penyakit jantung. Kenapa?” ibu donghae terus mengguncang tubuh hyukjae yang lemas.
“bukan tak ingin memberitahu kepada ahjumma, donghae-ah takut jika ahjumma mengetahuinya. Donghae-ah sangat sayang ahjumma” air mata mengalir deras dari pelupuk mata Hyukjae.

Yah, setelah hasil tes memberitahukan bahwa donghae terkena penyakit jantung.
Donghae tak ingin ibu yang sangat disayanginya khawatir dan akhirnya jatuh sakit.
Cukup donghae yang merasakannya. Donghae terus berusaha agar menemukan pendonor jantung untuknya. Tapi sayangnya
Tubuh donghae tak mampu, menahan penyakit tsb. Hingga dia pun menghembuskan nafas terakhir.

“ahjumma, donghae menitipkan ini kepadaku” Hyukjae menyerahkan sebuah amplop putih.

Ibu donghae menerima dan membukanya.

Umma..
Maaf, telah merepotkan mu selama ini.
Maaf, tak bisa menjadi anak yang kau banggakan.
Maaf, tak bisa membahagiakan mu.
Maaf, telah menyusahkanmu.
Maaf umma..

Umma, aku ingin memelukmu, ketika kau menangis,
Aku ingin mengatakan bahwa ‘aku sayang umma’
aku hanyalah anak yang selau menyusahkanmu.
Anak tak berguna..

Umma setelah kau membaca ini, lihatlah didalam amplop.

Ibu donghae mmelihat isi kedalam amplop, sebuah kalung.
“ahjumma, selama ini donghae bekerja agar bisa membeli kalung, yang dulu ahjumma jual untuk kebutuhan donghae.” Jelas Hyukjae

Ibu donghae terperangah, mendengar kata-kata Hyukjae.

“dongghaeee,, umma sangat sayang kepadamu. Umma bangga kepadamu nak. Kau tak menyusahkan umma, umma yang telah menyusahkanmu nak..” ibu donghae terus menangis sambil memeluk nisan yang dihadapannya.

“ahjumma, donghae sudah tenang disana, jika ahjumma seperti ini, donghae akan sedih” kata hyukjae sambil memeluk ibu donghae.

Ku buka album biru, penuh debu dan usang..
Ku pandangi semua gambaran diri..
Kecil bersih belum ternoda..

Pikirku pun melayang, dahulu penuh kasih..
Teringat semua cerita orang.
Tentang riwayatku..

Kata mereka diriku, selalu dimanja..
Kata mereka diriku, selalu ditimang..

Nada-nada yang indah, selalu terukir darinya.
Tangis nakal dibibirku ini, takkan jadi deritanya.
Tangan halus dan suci, jiwa raga ku ini.
Telah mengangkat diri ini.
Jiwa raga dan sluruh hidup.
Rela dia berikan

Oh bunda ada dan tiada
Dirimu kan slalu ada didalam
Hatiku…

-bunda song of melly-

HIGH SCHOOL LOVE STORY (part 1)

1 Comment

Suara langkah kaki yang semakin lama cepat seakan-akan berlari. ”Gawat!!” ini sudah kesekian kalinya aku terlambat!aku gak mau dihukum lagi” gerutu seorang gadis .

Tiba-tiba. . .

“Bruuukk!!”

“Hei! Kalau jalan lihat-lihat dong!!” gerutu seorang gadis yang tak lain adalah Ahn Sun Ah.
”Mwo?? bukankah kamu yang menabrakku? Kenapa menyalahkan aku?” tanya seorang pria.
”Bukankah kamu murid Seiso High School ya?” tanya pria tadi. “kalau iya,kenapa?” omel Sun Ah.
“Ha..ha..ha..Kamu gak tau ini sudah jam berapa?!” tawa pria itu.
Sun Ah bingung dan melihat jam tangannya. “Omona!! aku terlambat !!” kata Sun Ah dan segera berlari meninggalkan pria itu.
“Ehm..dasar aneh!” gumam pria itu.

*************************************************

*Di Seiso High School*
KELAS 2A
“duh! Mana sih Sun Ah?”kata seorang gadis yang tidak lain Lee Anmy temen sebangku Sun Ah.
” Mungkin di dalam perjalanan biasa Sun Ah suka terlambat” kata Eunwook sambil tersenyum.
”tapi ini jam berapa??Sun Ah belum datang,sebentar lagi guru datang.”kata Anmy.
”Ha..ha..ha..,Sun Ah pasti datang, dia kan sering terlambat tungguin aja” tawa Eunmin.
”Pletaakk!!”

“Junmy.. Maksudmu apa? sakit tau!!”kata Eunmin sambil marah-marah.
”kamu tuh Anmy lagi gelisah,kamu malah bercanda”omel Junmy.
“iya……….Tuan Junmy mianhe!!!”ejek Eunmin.
“HYA!!!!! Eunmin jangan panggil aku tuan!!awas kamu!”teriak Junmy.
Anmy tersenyum melihat tingkah Junmy

tiba-tiba….
“BRAKK!!” (suara pintu terbuka lebar)
“Hosh..hosh…” suara Sun Ah lagi ngos-ngosan.
“Sun Ah!”teriak Anmy.
“Hei…Songsaenim sudah datang?” tanya Sun Ah.
”NO” kata Eunmin dengan bahasa Inggrisnya yang cuma bisa mengatakan yes dan no doang.
”belum,songsaenim belum datang,untung aja kamu datang sebelum songsaenim”kata Anmy.
”He..he..he..mianhe!!”cengir Sun Ah.
”Woooo!!!Sun Ah kauuu telah datang!!!”datang Yesung sambil bernyanyi.
”iih..Yesung lebay!”kata Eunmin”
“Hahahaha,biarin aja dia kan lagi kuma-kumatnya”kata Ryeowook.
Yesung melihat Ryeowook,dan seakan-akan ingin bilang “Awas kau KIM!”.
”Hehehehe”kata Wookie sambil membentuk tanda”V”dijarinya.
”Sudah-sudah, Teuki Songsaenim datang” kata Sungmin.
Datanglah Teuki Songsaenim sambil membawa seorang murid baru!!!”.
”Anyeong!…namja ,hari ini kita mendapat teman baru,ayo perkenalkan namamu”kata Teuki Songsaenim.

TBC.